Struktur biaya dana investasi dan pengaruhnya terhadap imbal hasil bersih
Biaya pengelolaan, biaya kinerja, dan biaya transaksi bekerja secara berbeda dan terakumulasi seiring waktu.
- Biaya pengelolaan dipungut atas dana kelolaan terlepas dari kinerja.
- Biaya kinerja dipungut atas keuntungan, umumnya dengan batas tertinggi sebelumnya.
- Biaya kecil yang berulang berdampak besar pada imbal hasil jangka panjang.
Perbandingan antarproduk investasi sering berhenti pada perbandingan kinerja masa lalu. Padahal struktur biaya merupakan salah satu dari sedikit variabel yang dapat diketahui pasti di muka dan pasti memengaruhi hasil akhir.
Biaya pengelolaan dipungut sebagai persentase tahunan dari dana kelolaan dan dibebankan terlepas dari apakah dana mencatat untung atau rugi. Pada produk yang diperdagangkan di bursa, biaya ini biasanya sudah tercermin dalam nilai aktiva bersih harian sehingga tidak terlihat sebagai potongan terpisah.
Biaya kinerja dipungut sebagai persentase dari keuntungan yang dihasilkan. Struktur yang lazim menyertakan batas tertinggi sebelumnya, yang berarti pengelola hanya memungut biaya kinerja setelah dana melampaui puncak nilai yang pernah dicapai. Tanpa ketentuan tersebut, investor dapat membayar biaya kinerja atas pemulihan dari kerugian.
Biaya transaksi jarang tercantum sebagai satu angka. Ia mencakup komisi, selisih harga beli-jual, dan dampak harga ketika dana melakukan transaksi besar. Strategi dengan frekuensi transaksi tinggi menanggung biaya ini jauh lebih besar dibanding strategi yang jarang bertransaksi.
Efek akumulasi biaya sering diremehkan. Selisih biaya tahunan yang tampak kecil dapat menjadi perbedaan besar pada nilai akhir setelah sepuluh tahun, terutama pada portofolio yang tumbuh. Karena itu, membaca lembar fakta produk sampai bagian biaya merupakan kebiasaan yang sepadan dengan waktunya.