Konsep diversifikasi portofolio ketika aset baru dimasukkan ke dalam alokasi
Manfaat diversifikasi bergantung pada korelasi antaraset, dan korelasi itu sendiri berubah menurut kondisi pasar.
- Diversifikasi bekerja bila aset tidak bergerak searah pada waktu bersamaan.
- Korelasi cenderung meningkat pada periode tekanan pasar.
- Ukuran alokasi menentukan seberapa besar pengaruh aset baru terhadap risiko portofolio.
Diversifikasi merupakan salah satu prinsip paling mapan dalam pengelolaan portofolio. Gagasannya adalah menggabungkan aset yang tidak bergerak searah sehingga penurunan pada satu bagian dapat diimbangi bagian lain, dan volatilitas keseluruhan portofolio menjadi lebih rendah daripada rata-rata komponennya.
Ukuran yang dipakai untuk menilai hal itu adalah korelasi. Aset dengan korelasi rendah terhadap portofolio yang sudah ada memberikan manfaat diversifikasi lebih besar dibanding aset yang bergerak seiring. Persoalannya, korelasi bukan angka tetap; ia berubah menurut periode pengukuran dan kondisi pasar.
Pola yang sering diamati adalah korelasi antaraset berisiko cenderung meningkat justru pada saat tekanan pasar, ketika manfaat diversifikasi paling dibutuhkan. Investor yang mengandalkan korelasi historis pada kondisi normal dapat mendapati portofolionya kurang terlindungi pada saat penurunan tajam.
Ukuran alokasi juga menentukan. Aset dengan volatilitas sangat tinggi dapat mendominasi risiko portofolio meski porsinya kecil dari sisi nilai. Perhitungan kontribusi risiko, bukan sekadar bobot nilai, memberi gambaran yang lebih akurat tentang dari mana fluktuasi portofolio sebenarnya berasal.
Kerangka ini tidak menjawab pertanyaan berapa alokasi yang tepat bagi seseorang, karena jawabannya bergantung pada horizon waktu, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko masing-masing. Yang dapat diberikan kerangka tersebut adalah cara berpikir yang lebih terstruktur ketimbang menilai satu aset secara terpisah.