Scaramucci dan Pompliano Soroti Mahalnya Hunian dan Inflasi di AS
Dua pengelola dana kripto global memperingatkan dampak lonjakan harga properti dan inflasi yang mengikis daya beli masyarakat.
- Anthony Scaramucci memperingatkan ketidakmampuan warga Amerika Serikat dalam membeli hunian.
- Anthony Pompliano menilai kenaikan harga-harga sebagai proses pemindahan kekayaan secara diam-diam.
- Para manajer dana menyoroti dampak inflasi fiat terhadap penurunan daya beli masyarakat.
Pendiri dan Mitra Pengelola SkyBridge Capital, Anthony Scaramucci, bersama Pendiri dan Direktur Utama Professional Capital Management (ProCap), Anthony Pompliano, menyampaikan kritik atas tekanan makroekonomi yang membayangi masyarakat Amerika Serikat. Kedua pimpinan perusahaan pengelola dana global tersebut menyoroti memburuknya tingkat keterjangkauan sektor perumahan serta lonjakan harga barang dan jasa yang terus mengikis ketahanan finansial publik.
Scaramucci memperingatkan bahwa masyarakat Amerika Serikat saat ini berada dalam posisi yang sangat sulit untuk mampu membeli hunian pribadi. Ketidakmampuan mengakses pasar properti tersebut dipandang sebagai cerminan nyata dari erosi daya beli yang kian meluas. Masalah keterjangkauan properti ini memperlihatkan bagaimana beban ekonomi riil semakin menghimpit kelas pekerja dan keluarga di negara tersebut.
“a silent wealth transfer”
— Anthony Pompliano, dikutip dari Yahoo Finance
Sementara itu, Pompliano mengecam keras berlanjutnya tren kenaikan harga-harga kebutuhan. Menurut pengelola dana tersebut, inflasi riil yang dialami masyarakat bertindak sebagai mekanisme yang secara perlahan memindahkan kesejahteraan dari pemilik uang tunai kepada pihak lain. Ia mengekspresikan fenomena penurunan nilai mata uang secara sistemis tersebut dengan istilah "a silent wealth transfer" atau pemindahan kekayaan secara diam-diam.
Pernyataan dari Scaramucci dan Pompliano mencerminkan pandangan yang makin meluas di kalangan manajer investasi aset digital institusional. Penurunan nilai tukar riil uang fiat serta hambatan kepemilikan aset fisik tradisional seperti properti menjadi pendorong utama diskursus mengenai pentingnya alokasi pada aset alternatif. Para pengelola dana memandang bahwa perlindungan modal terhadap penurunan daya beli merupakan prioritas strategis dalam pengelolaan portofolio modern.
Dinamika makroekonomi ini juga memperkuat argumen para pemangku kepentingan industri keuangan digital mengenai peran aset kripto sebagai instrumen lindung nilai. Ketika instrumen investasi konvensional dan perumahan makin sulit dijangkau oleh masyarakat luas, para pelaku industri terus mencermati bagaimana pergeseran pola simpanan dan arus modal institusional akan berkembang dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global.