OpenAI Jajaki Pendanaan USD 30 Miliar dengan BlackRock dan Dana Uni Emirat Arab
OpenAI dilaporkan tengah berdiskusi dengan BlackRock, dana kemakmuran UEA, serta Andreessen Horowitz untuk putaran pendanaan raksasa senilai USD 30 miliar.
- OpenAI sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana segar senilai 30 miliar dolar AS.
- Putaran pendanaan ini melibatkan pengelola aset BlackRock dan dana kemakmuran asal Uni Emirat Arab.
- Modal ventura terkemuka seperti Andreessen Horowitz dan Thrive juga turut dalam diskusi pendanaan ini.
OpenAI, perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka, dilaporkan sedang dalam pembicaraan untuk menggalang dana segar senilai 30 miliar dolar AS. Putaran pendanaan raksasa ini melibatkan pengelola aset terbesar di dunia, BlackRock, serta sejumlah dana kemakmuran (sovereign wealth funds) asal Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini menunjukkan tingginya minat institusional global terhadap sektor teknologi kecerdasan buatan yang kian beririsan dengan infrastruktur digital masa depan.
Selain berdiskusi dengan BlackRock yang dipimpin oleh Larry Fink selaku Ketua dan Direktur Utama, OpenAI juga dikabarkan telah menggelar pembicaraan pendanaan dengan beberapa modal ventura terkemuka lainnya. Di antaranya adalah Thrive Capital dan Andreessen Horowitz (a16z), sebuah perusahaan modal ventura yang didirikan oleh Marc Andreessen selaku Salah Satu Pendiri dan Mitra Umum. Keterlibatan nama-nama besar ini menegaskan skala investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan infrastruktur komputasi generasi berikutnya.
Keterlibatan BlackRock dan Andreessen Horowitz dalam putaran ini sangat menarik perhatian pelaku pasar keuangan digital global. Kedua institusi tersebut dikenal memiliki pengaruh besar dalam alokasi aset, termasuk eksposur yang signifikan pada sektor teknologi blockchain dan kripto. Andreessen Horowitz, misalnya, merupakan salah satu investor ventura terbesar di dunia kripto, sementara BlackRock terus memperluas produk investasi digitalnya. Sinergi antara kecerdasan buatan dan teknologi desentralisasi kini menjadi salah satu tesis investasi utama bagi para manajer dana global.
Meskipun rincian kesepakatan akhir belum diumumkan secara resmi oleh pihak-pihak terkait, potensi suntikan dana sebesar 30 miliar dolar AS ini diperkirakan akan memperkuat posisi OpenAI dalam persaingan teknologi global. Pendanaan skala besar ini juga mencerminkan tren baru di mana dana kelolaan institusional tradisional kini semakin aktif memasuki ranah teknologi tingkat tinggi yang membutuhkan modal intensif. Langkah ini berpotensi memicu gelombang investasi serupa di sektor teknologi penunjang lainnya.