Jordi Visser Tepis Prediksi Chamath Palihapitiya Soal Bitcoin
Ahli strategi makro 22V Research menyebut skenario kejatuhan Bitcoin tidak berdasar, sembari memproyeksikan koreksi sektor AI segera mencapai titik balik.
- Jordi Visser dari 22V Research membantah keras narasi bahwa harga Bitcoin akan jatuh hingga nol.
- Bantahan tersebut menanggapi pernyataan pesimistis dari Pendiri Social Capital, Chamath Palihapitiya.
- Visser turut memproyeksikan aksi jual pada saham sektor kecerdasan buatan berpotensi menyentuh titik terendah dalam dua pekan.
Ahli Strategi Makro 22V Research, Jordi Visser, secara tegas membantah narasi ekstrem yang menyebut nilai Bitcoin berpotensi merosot hingga menyentuh angka nol. Pernyataan tersebut disampaikan Visser guna menanggapi pandangan bernada sangat pesimistis yang sebelumnya diutarakan oleh Pendiri dan Direktur Utama Social Capital, Chamath Palihapitiya, terkait prospek kelangsungan hidup aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut.
Visser secara lugas menilai wacana kehancuran total Bitcoin tersebut sebagai pandangan yang keliru dan tidak masuk akal. Friksi silang pendapat antara kedua tokoh investasi ini menggarisbawahi diskursus yang terus berlangsung di kalangan pengelola dana global mengenai valuasi aset digital. Di satu sisi, figur modal ventura seperti Palihapitiya menyoroti risiko penurunan drastis, sementara kalangan analis strategi makro memandang ekosistem aset digital telah memiliki fondasi pasar yang jauh lebih mapan.
“completely just a joke”
— Jordi Visser, dikutip dari TradingView
Selain merespons perdebatan mengenai masa depan Bitcoin, Visser juga memaparkan analisis makroekonomi terkait gelombang koreksi tajam atau aksi jual (sell-off) yang tengah melanda saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurut analisis yang disampaikannya, tekanan likuidasi pada instrumen ekuitas teknologi mutakhir tersebut berpotensi memasuki fase jenuh jual dan membentuk titik terendah (bottom) dalam rentang waktu sekitar dua pekan ke depan.
Proyeksi mengenai berakhirnya tekanan jual pada sektor teknologi AI tersebut menjadi perhatian penting bagi kalangan pengelola portofolio aset berisiko tinggi. Secara historis, pergerakan sentimen dan likuiditas pada sektor ekuitas teknologi kerap berjalan beriringan dengan dinamika pasar kripto. Apabila tekanan jual pada saham teknologi mereda, selera risiko para investor institusional global berpeluang pulih secara bertahap.
Oleh karena itu, redanya volatilitas pada pasar saham teknologi dipandang dapat memberikan pijakan yang lebih stabil bagi aset kripto dari tekanan makroekonomi eksternal. Evaluasi terhadap pergerakan modal di pasar teknologi dan aset digital ini terus menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar dalam memetakan arah likuiditas serta memitigasi risiko volatilitas harga ke depan.