Bitwise: Bitcoin Tetap Diuntungkan di Tengah Dinamika Ledakan Maupun Kejatuhan AI
Kepala Investasi Bitwise Matt Hougan memaparkan tesis bahwa kelangkaan pasokan menopang Bitcoin di berbagai skenario perkembangan kecerdasan buatan.
- Kepala Investasi Bitwise Matt Hougan menilai Bitcoin memiliki posisi strategis di berbagai skenario makroekonomi berbasis kecerdasan buatan.
- Kelangkaan pasokan dinilai menguntungkan Bitcoin, baik saat terjadi lonjakan produktivitas maupun pelonggaran likuiditas akibat resesi.
- Tesis ini menegaskan bahwa daya tarik aset digital tidak bergantung semata pada keberhasilan satu tren teknologi tertentu.
Kepala Investasi Bitwise, Matt Hougan, mengemukakan pandangan bahwa Bitcoin berpotensi meraih keuntungan di tengah berbagai kemungkinan arah perekonomian yang dipicu oleh perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Tesis ini mencakup skenario yang bertolak belakang secara ekstrem, mulai dari kelanjutan lonjakan produktivitas industri hingga potensi kejatuhan pasar yang mengarah pada resesi ekonomi global.
Menurut Hougan, landasan utama dari pandangan tersebut bertumpu pada karakteristik kelangkaan terprogram yang dimiliki Bitcoin. Apabila sektor kecerdasan buatan berhasil menciptakan era kelimpahan ekonomi dan percepatan produktivitas yang masif, ekspansi kekayaan serta perputaran modal global dinilai akan meningkat secara signifikan. Kondisi ini diproyeksikan membuka ruang bagi peningkatan alokasi modal menuju instrumen penyimpan nilai alternatif yang pasokannya tidak dapat ditambah sesuka hati.
Di sisi lain, jika tren investasi kecerdasan buatan justru berujung pada koreksi tajam dan perlambatan ekonomi, dinamika makroekonomi diperkirakan akan memicu respons kebijakan moneter yang longgar. Otoritas moneter di berbagai negara diproyeksikan kembali mencetak uang serta memperbesar likuiditas untuk meredam krisis. Dalam situasi depresiasi mata uang fiat tersebut, status Bitcoin sebagai aset langka dan terdesentralisasi justru semakin dicari sebagai sarana lindung nilai dari devaluasi moneter.
Dengan demikian, Hougan berargumen bahwa adopsi institusional terhadap Bitcoin tidak terikat secara sempit pada satu hasil spesifik dari tren inovasi AI. Baik dunia bergerak menuju kelimpahan teknologi, ekspansi suplai uang fiat baru, maupun sekadar perluasan adopsi aset digital secara bertahap, faktor kelangkaan struktural tetap menempatkan Bitcoin pada posisi yang menguntungkan bagi para pengelola dana dan penyusun strategi portofolio global.