Riset Bitwise: 67 Persen Manajer Kekayaan Belum Alokasikan Kripto ke Portofolio
Survei Bitwise menunjukkan mayoritas manajer kekayaan belum menempatkan aset kripto pada portofolio investor di tengah ketatnya pertimbangan risiko.
- Riset Bitwise mencatat 67% manajer kekayaan belum mengalokasikan kripto ke portofolio investor.
- Pertimbangan regulasi, volatilitas, dan infrastruktur kustodian menjadi alasan utama kehati-hatian pengelola dana.
- Adopsi institusional dipandang masih berada pada tahap awal dengan potensi pertumbuhan likuiditas yang besar.
Riset terbaru yang dirilis oleh manajer investasi aset digital Bitwise mengungkapkan bahwa sebanyak 67 persen manajer kekayaan (wealth manager) global belum mengalokasikan aset kripto ke dalam portofolio klien investor mereka. Temuan ini menjadi indikator penting bagi industri keuangan global, memperlihatkan bahwa adopsi aset digital oleh pengelola dana profesional masih menyimpan ruang pertumbuhan yang sangat besar di tengah meningkatnya popularitas instrumen terregulasi.
Studi tersebut menggambarkan bagaimana sebagian besar manajer kekayaan masih bersikap ragu-ragu atau menerapkan pendekatan konservatif dalam memposisikan mata uang kripto sebagai salah satu kelas aset investasi. Kendati instrumen berbasis kripto terus berkembang, sebagian besar pengelola dana profesional masih menimbang berbagai faktor risiko, mulai dari kepastian regulasi, dinamika volatilitas pasar, hingga kecukupan infrastruktur kustodian yang aman untuk menyimpan aset digital tersebut.
Perusahaan manajemen aset Bitwise, yang dipimpin oleh Salah Satu Pendiri dan Direktur Utama Hunter Horsley, secara konsisten mengamati pergeseran pola alokasi modal dari investor institusional dan penasihat keuangan di Amerika Serikat. Laporan ini mengindikasikan bahwa kendati mayoritas pengelola dana belum menempatkan modalnya, porsi 33 persen penasihat yang sudah mulai mengalokasikan dana tetap menjadi pendorong utama arus masuk modal ke instrumen berbasis kripto.
Di sisi lain, belum masuknya dua pertiga manajer kekayaan ke pasar kripto memperlihatkan tantangan sekaligus peluang bagi para penyedia produk investasi terregulasi. Hambatan utama yang masih dihadapi oleh para pengelola dana meliputi proses uji tuntas yang ketat, kebijakan internal perusahaan manajemen investasi, serta keterbatasan pemahaman teknis mengenai analisis portofolio yang melibatkan aset kripto.
Prospek masuknya alokasi modal baru dari kelompok manajer kekayaan ini diprediksi akan bergantung pada semakin matangnya ekosistem keuangan digital dan semakin jelasnya panduan dari otoritas pengawas keuangan. Apabila integrasi infrastruktur keuangan tradisional dan digital semakin padu, alokasi bertahap dari sisa manajer kekayaan tersebut diperkirakan dapat memberikan dorongan likuiditas jangka panjang bagi pasar kripto secara keseluruhan.