Arus Dana ETF Bitcoin Rebound Didorong BlackRock Jelang Rapat The Fed
Produk ETF spot Bitcoin mencatatkan pemulihan arus masuk yang dipimpin BlackRock dan Fidelity menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
- Arus dana masuk ke ETF spot Bitcoin mengalami pemulihan setelah sempat tertekan aksi penarikan modal.
- Produk IBIT milik BlackRock dan FBTC milik Fidelity menjadi penopang utama pemulihan arus modal harian.
- Meskipun terjadi rebound harian, total akumulasi lima sesi perdagangan terakhir masih mencatatkan arus keluar bersih.
Pasar dana investasi terstruktur berbasis aset digital kembali mencatatkan pemulihan arus modal masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) spot Bitcoin. ETF spot merupakan produk investasi teregulasi yang melacak harga pasar spot Bitcoin secara langsung dan diperdagangkan di bursa efek utama. Rebound arus dana ini menjadi penanda kembalinya minat institusional menjelang pertemuan penting penetapan suku bunga moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Manajer aset global BlackRock menjadi penggerak utama dalam tren pemulihan ini melalui produk unggulannya, iShares Bitcoin Trust (IBIT). Selain BlackRock, arus masuk modal yang cukup kuat juga dicatatkan oleh Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) yang berada di bawah pimpinan Abigail Johnson selaku Ketua dan Direktur Utama Fidelity Investments. Kombinasi dominasi dari IBIT dan FBTC tersebut mampu menopang sebagian besar pemulihan volume transaksi di pasar ETF spot.
Kendati demikian, pemulihan pasar belum terjadi secara merata di seluruh penerbit produk ETF spot Bitcoin. Produk ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) yang dikelola oleh Cathie Wood selaku Pendiri, Direktur Utama, dan Kepala Investasi ARK Invest, masih mengalami tekanan berupa arus dana keluar (net outflow). Kinerja ARKB yang negatif ini menahan laju pemulihan industri secara keseluruhan.
Tingginya penarikan dana pada beberapa hari sebelumnya menyebabkan akumulasi total arus modal dalam lima sesi perdagangan terakhir secara keseluruhan masih berada di zona negatif. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa sebagian besar manajer investasi tetap mengambil pendekatan konservatif serta membatasi porsi kepemilikan risiko tinggi sebelum ada kejelasan keputusan moneter dari The Fed.
Sikap antisipatif investor institusional terhadap rapat kebijakan The Fed memperlihatkan betapa kuatnya keterkaitan antara dinamika makroekonomi global dengan pergerakan modal pada pasar kripto teregulasi. Arah kebijakan suku bunga diperkirakan akan menjadi katalis utama bagi para pengelola dana dalam menentukan strategi alokasi portofolio mereka selanjutnya.