Yat Siu Sebut Industri Kripto Sulit Ungguli Perbankan dalam Persaingan Stablecoin
Pendiri Animoca Brands menilai bank tradisional memiliki keunggulan struktural dibanding entitas murni kripto dalam menguasai pasar aset stabil.
- Yat Siu memperkirakan entitas kripto murni akan kalah dari sektor perbankan dalam perebutan pasar stablecoin.
- Keunggulan bank tradisional terletak pada jaringan regulasi, likuiditas, dan kepercayaan nasabah yang matang.
- Pergeseran penerbitan ke perbankan diprediksi mempermudah integrasi keuangan tradisional dengan aset digital.
Persaingan dalam ranah aset digital yang berpatokan pada nilai mata uang fiat atau stablecoin diperkirakan bakal berlangsung semakin tajam seiring bertambahnya keterlibatan lembaga keuangan konvensional global. Salah Satu Pendiri dan Ketua Eksekutif Animoca Brands, Yat Siu, menyatakan pandangannya bahwa entitas murni berbasis kripto tidak akan mampu memenangkan persaingan melawan sektor perbankan tradisional dalam perebutan dominasi pasar instrumen tersebut.
Stablecoin sendiri merupakan jenis aset digital yang nilainya dirancang untuk tetap stabil dengan mengaitkan harga token pada aset cadangan tertentu, umumnya mata uang fiat seperti dolar Amerika Serikat. Instrumen ini memegang peranan sangat krusial sebagai fondasi likuiditas dalam ekosistem keuangan digital, berfungsi sebagai media perantara transaksi harian, serta menjadi jembatan penghubung utama antara sistem perbankan konvensional dan jaringan teknologi rantai blok (blockchain).
Sebagai pimpinan dari Animoca Brands, perusahaan modal ventura dan pengembang asal Hong Kong yang berfokus pada investasi ekosistem Web3, pandangan Siu memberikan wawasan penting mengenai perubahan arah evolusi struktur pasar aset digital global. Sektor perbankan komersial dinilai memiliki berbagai keunggulan bawaan yang sangat signifikan, termasuk akses langsung ke fasilitas likuiditas bank sentral, basis nasabah institusional yang luas, serta rekam jejak kepatuhan regulasi keuangan yang panjang.
Keunggulan struktural tersebut menempatkan bank-bank komersial pada posisi yang jauh lebih diuntungkan dibandingkan dengan entitas penerbit kripto independen yang selama ini mendominasi pasar. Ketika institusi perbankan besar meluncurkan produk aset stabil milik mereka sendiri, dukungan neraca keuangan yang kokoh serta tingkat kepercayaan publik yang tinggi diprediksi dapat menggeser preferensi para pelaku industri secara bertahap dari penerbit murni kripto menuju lembaga terregulasi.
Bagi para manajer investasi dan pengelola dana global, potensi bergesernya peta kekuatan penerbitan stablecoin ke tangan sektor perbankan menandai fase baru maturnya ekosistem aset terdesentralisasi. Kehadiran instrumen yang diterbitkan oleh perbankan resmi diperkirakan akan mempercepat standardisasi regulasi lintas negara, memperlancar arus masuk modal institusional dalam skala lebih besar, serta mempererat integrasi antara pasar modal tradisional dan teknologi aset kripto.