Tether Gandeng KPMG Lakukan Audit Keuangan Awal Cadangan Stablecoin
Langkah Tether menggandeng kantor akuntan publik ternama dinilai memperkuat transparansi cadangan aset bagi investor institusional.
- Tether dilaporkan mengamankan proses audit keuangan awal dari kantor akuntan publik KPMG.
- Langkah ini disorot oleh Salah Satu Pendiri dan Mitra Pengelola Nine Blocks Capital Management Henri Arslanian.
- Keterlibatan firma audit global mempertegas upaya peningkatan transparansi cadangan stablecoin di tingkat institusional.
Penerbit aset kripto stabil (stablecoin) terbesar di dunia, Tether, dilaporkan telah mengamankan audit keuangan awal dari firma akuntansi internasional KPMG. Keterlibatan salah satu dari empat kantor akuntan publik terkemuka di dunia tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas cadangan aset yang menopang peredaran token USDT di pasar global.
Kabar tersebut menjadi sorotan para pelaku industri aset digital institusional, termasuk Henri Arslanian, Salah Satu Pendiri dan Mitra Pengelola Nine Blocks Capital Management yang berbasis di Uni Emirat Arab. Keterlibatan auditor berskala global dipandang sebagai respons strategis terhadap tuntutan pasar institusional yang menghendaki verifikasi pihak ketiga yang lebih ketat atas likuiditas dan komposisi aset penjamin.
Selama ini, penerbit stablecoin sering mengandalkan laporan atestasi berkala untuk memberikan gambaran mengenai cadangan kas dan surat utang jangka pendek yang mereka miliki. Namun, audit keuangan penuh memberikan kedalaman peninjauan kepatuhan yang lebih komprehensif, mencakup pengujian neraca secara mendalam serta tata kelola pencatatan aset secara menyeluruh sesuai standar akuntansi internasional.
Peningkatan standar audit pada instrumen penyedia likuiditas utama ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran sistemik di kalangan manajer dana lindung nilai maupun penyedia likuiditas pasar. Dengan keterbukaan finansial yang lebih kuat, integrasi aset digital ke dalam infrastruktur perbankan dan portofolio manajer investasi global dinilai memiliki pijakan kepatuhan yang kian matang.