Mengenal struktur pendanaan di balik strategi treasury Bitcoin korporasi
Perusahaan yang menempatkan kripto di neraca umumnya mendanainya lewat penerbitan saham baru atau surat utang, dan masing-masing membawa konsekuensi berbeda bagi pemegang saham.
- Pendanaan lewat penerbitan saham menambah jumlah saham beredar dan berpotensi mendilusi pemegang saham lama.
- Obligasi konversi menunda dilusi tetapi menambah kewajiban dengan jatuh tempo tertentu.
- Nilai perusahaan menjadi sangat terkait pada harga aset yang dipegang di neraca.
Sejumlah perusahaan terbuka menempatkan sebagian kas mereka pada Bitcoin sebagai bagian dari strategi neraca. Pola ini lazim disebut strategi treasury aset digital. Pertanyaan yang sering luput dari pemberitaan bukanlah berapa banyak aset yang dibeli, melainkan dari mana uang pembeliannya berasal.
Terdapat tiga sumber utama. Pertama, kas hasil operasi, yaitu uang yang benar-benar dihasilkan bisnis inti perusahaan. Kedua, penerbitan saham baru, termasuk melalui skema penawaran bertahap di pasar. Ketiga, penerbitan surat utang, umumnya obligasi konversi yang dapat ditukar menjadi saham pada harga tertentu.
Masing-masing membawa konsekuensi berbeda. Penerbitan saham baru menambah jumlah saham beredar sehingga kepemilikan pemegang saham lama terdilusi, meski nilai aset per saham dapat tetap naik jika harga beli aset lebih rendah dari valuasi pasar saham. Obligasi konversi menunda dilusi tersebut, tetapi menciptakan kewajiban dengan tanggal jatuh tempo yang harus dipenuhi terlepas dari kondisi pasar saat itu.
Konsekuensi lanjutannya adalah harga saham perusahaan menjadi sangat terkait dengan pergerakan aset yang dipegangnya. Investor yang membeli saham semacam ini pada praktiknya membeli dua hal sekaligus: bisnis operasional perusahaan dan eksposur berleverage terhadap aset digital di neracanya. Keduanya tidak selalu bergerak searah.
Karena itu, membaca laporan keuangan menjadi lebih informatif daripada membaca pengumuman pembelian. Struktur permodalan, jadwal jatuh tempo utang, dan kebijakan akuntansi atas aset digital menentukan seberapa besar ruang gerak perusahaan ketika harga aset turun dalam waktu lama.