Bitwise Prediksi Transaksi Blockchain Melonjak hingga 100 Kali Lipat Didorong AI
Kepala Investasi Bitwise Matt Hougan menilai integrasi pasar ter-tokenisasi dan agen AI berpotensi memicu lonjakan aktivitas on-chain secara eksponensial.
- Matt Hougan memproyeksikan aktivitas transaksi blockchain dapat meningkat 10 hingga 100 kali lipat.
- Pertemuan antara pasar aset ter-tokenisasi dan agen AI dipandang sebagai katalis utama pertumbuhan.
- Investor institusional dinilai masih meremehkan potensi frekuensi transaksi ekonomi otonom.
Kepala Investasi Bitwise Matt Hougan memproyeksikan bahwa volume transaksi di jaringan blockchain berpotensi mengalami lonjakan antara 10 hingga 100 kali lipat dalam masa mendatang. Pertumbuhan eksponensial tersebut diperkirakan terpicu oleh konvergensi antara ekspansi pasar aset ter-tokenisasi (tokenized markets) dan pemanfaatan agen kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) dalam sistem ekonomi digital.
Hougan menilai bahwa sebagian besar pelaku pasar dan investor institusional saat ini masih meremehkan seberapa besar skala aktivitas transaksi on-chain yang dapat tercipta. Kehadiran agen AI yang mampu mengeksekusi keputusan ekonomi secara mandiri membutuhkan infrastruktur pembayaran instan tanpa friksi sistem perbankan konvensional, di mana jaringan buku besar terdistribusi (blockchain) menjadi rel penyelesaian yang paling kompatibel.
Proses tokenisasi—yakni penerbitan representasi digital atas instrumen keuangan maupun aset riil di atas protokol blockchain—kini semakin gencar diadopsi oleh institusi global. Menurut analisis Bitwise, ketika instrumen tersebut dapat diperdagangkan secara terprogram dan diakses langsung oleh perangkat lunak otonom, frekuensi transaksi finansial akan melesat melampaui volume transaksi manual manusia.
Selain aspek kecepatan penyelesaian, interaksi antara kecerdasan buatan dan pasar ter-tokenisasi dinilai mampu membuka ekosistem transaksi mikro yang sebelumnya tidak efisien dalam sistem keuangan tradisional. Hal ini mencakup pembayaran berskala sangat kecil (micropayments) untuk konsumsi data komputasi, pertukaran likuiditas otomatis, hingga pengelolaan portofolio dinamis tanpa henti.
Pandangan strategis ini menegaskan pergeseran fungsi teknologi blockchain dari sarana spekulatif menjadi infrastruktur fundamental bagi ekonomi komputasi masa depan. Kesiapan kapasitas pemrosesan jaringan lapis dasar (layer-1) serta solusi penskalaan (layer-2) diprediksi menjadi faktor krusial dalam menopang volume lalu lintas data finansial yang masif tersebut.